Jelang Adzan Magrib, Ini Doa Buka Puasa Muhammadiyah yang Dianjurkan
Detik-detik menjelang azan Maghrib sering kali terasa penuh harap. Jam terus dipantau, makanan dan minuman telah tersedia, dan hati menunggu waktu berbuka dengan penuh syukur. Namun ada satu hal...
Detik-detik menjelang azan Maghrib sering kali terasa penuh harap. Jam terus dipantau, makanan dan minuman telah tersedia, dan hati menunggu waktu berbuka dengan penuh syukur. Namun ada satu hal penting yang sering ditanyakan umat Islam: bagaimana sebenarnya doa buka puasa yang dianjurkan menurut panduan Muhammadiyah?
Daftar Isi
Memahami doa yang tepat menjelang berbuka tidak hanya soal kebiasaan, tetapi juga tentang mengikuti sunnah dan rujukan yang dipilih oleh organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Informasi ini urgent terutama ketika waktu Magrib hampir tiba dan setiap Muslim ingin berbuka dengan benar.
Mengapa Berdoa Saat Berbuka Itu Penting?
Berbuka puasa lebih dari sekadar makan atau minum. Dalam tradisi Islam, berbuka puasa adalah momen syukur. Rasulullah SAW menganjurkan menyegerakan berbuka saat waktu tiba dan berdoa sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Allah SWT atas kekuatan yang diberikan untuk menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sendiri menekankan pentingnya memilih redaksi doa yang bersumber kuat dari hadis shahih sebagai pedoman spiritual saat berbuka.
Doa Buka Puasa yang Dianjurkan Muhammadiyah
Dilansir dari sumber muhammadiyah.or.id, salah satu bacaan doa yang dianjurkan oleh Muhammadiyah ketika azan Maghrib berkumandang adalah sebagai berikut:
Dalam huruf Arab:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Transliterasi Latin:
Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah.
Artinya dalam Bahasa Indonesia:
“Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.”
Menurut sumber resmi Muhammadiyah, doa ini dipilih karena memiliki landasan yang jelas dalam hadis riwayat Abu Dawud melalui Ibnu Umar RA, yaitu doa yang biasa dibacakan Rasulullah SAW saat berbuka puasa.
Kapan Waktu yang Tepat Membaca Doa?
Muhammadiyah merekomendasikan membaca doa berbuka saat azān Maghrib mulai berkumandang, sebelum memasukkan makanan atau minuman ke dalam mulut. Ini mencerminkan sikap penuh kesadaran bahwa puasa hari itu telah sempurna dan merupakan saat mustajab untuk berdoa.
Perbedaan Redaksi Doa Tak Perlu Memecah Belah
Perbedaan dalam redaksi doa buka puasa sesungguhnya bukan hal yang harus dipermasalahkan secara tajam. Variasi berasal dari perbedaan rujukan hadis dan metode istinbat hukum yang digunakan masing-masing kelompok ulama. Yang terpenting adalah sikap saling menghormati dan memahami bahwa semua doa itu bertujuan sama yaitu memohon ridha Allah SWT saat berbuka.
Perbedaan ini muncul dalam banyak sumber yang dirangkum media massa dan situs resmi agama, tetapi Muhammadiyah tetap konsisten mengedepankan pendekatan tarjih yang berbasis hadis sahih.
Doa Buka Puasa Juga Momen Mustajab untuk Berdoa
Berbuka puasa bukan hanya membaca doa tertentu. Ulama menyebut waktu berbuka sebagai salah satu waktu mustajab, di mana doa yang dipanjatkan memiliki harapan besar dikabulkan. Inilah saat terbaik untuk menambahkan doa pribadi seperti kesehatan, keberkahan, keselamatan keluarga, serta kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan
Menjelang Maghrib, umat Islam dianjurkan menyegerakan berbuka sambil membaca doa sesuai tuntunan. Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid menganjurkan doa “dzahabazh-zhama’u…” berdasarkan hadis shahih. Variasi doa lain tetap sahih secara umum, namun pemilihan redaksi di Muhammadiyah dibangun atas dasar kekuatan hadis dan kajian ilmiah. Jadikan momen berbuka tidak sekadar makan dan minum, tetapi juga dialog batin dengan Allah SWT.
Sumber



No Comment! Be the first one.