Pentingnya Menjaga Lisan Saat Berpuasa, Ini Penjelasannya
Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang buruk. Di tengah maraknya interaksi di media sosial dan percakapan sehari-hari, menjaga lisan...
Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang buruk. Di tengah maraknya interaksi di media sosial dan percakapan sehari-hari, menjaga lisan menjadi bagian penting agar ibadah puasa tidak kehilangan nilai dan pahala.
Daftar Isi
Banyak orang fokus pada aspek fisik puasa, namun lupa bahwa ucapan seperti gibah, fitnah, caci maki, dan dusta dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Karena itu, para ulama mengingatkan bahwa menjaga lisan merupakan inti dari kesempurnaan ibadah Ramadhan.
Hadis tentang Menjaga Lisan Saat Puasa
Dalam berpuasa sebaiknya menjagas lisan yang dilansir dari mui.or.id, adapun hadis nya yaitu :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رِوَايَةً قَالَ: إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ يَوْمًا صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ، فَإِنْ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ
Artinya:
“Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan berbuat kebodohan. Bila ia dicaci atau diajak bertengkar, hendaklah dia mengatakan: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa.’’
(HR. Muslim No. 1151)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الصِّيَامُ جُنَّةٌ، إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ، فَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ
Artinya:
“Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda: ‘Puasa itu adalah perisai; apabila salah seorang dari kalian berpuasa, janganlah ia berkata kotor atau berbuat bodoh. Jika seseorang mencelanya atau memusuhinya, hendaklah ia mengatakan: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa.”
Tantangan Menjaga Lisan di Era Digital
Di era digital, tantangan menjaga lisan semakin besar. Percakapan tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui komentar, unggahan, dan pesan singkat.
Ucapan di media sosial tetap tercatat dan memiliki dampak luas. Karena itu, menjaga lisan hari ini juga berarti menjaga tulisan dan unggahan agar tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi.
Puasa seharusnya menjadi momentum pengendalian diri, termasuk dalam berkomunikasi. Jika lisan tidak dijaga, nilai puasa bisa berkurang meski secara hukum tetap sah.
Cara Menjaga Lisan Saat Berpuasa
Agar puasa lebih berkualitas, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Berpikir sebelum berbicara dan mempertimbangkan dampaknya.
- Menghindari perdebatan yang tidak perlu, terutama di media sosial.
- Memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an untuk menjaga hati tetap tenang.
- Mengalihkan pembicaraan jika mulai mengarah pada gibah atau fitnah.
- Mengingat bahwa setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan.
Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menjaga suasana hati tetap stabil dan ibadah tetap khusyuk.
Penutup
Menjaga lisan saat berpuasa merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah Ramadhan. Hadis Nabi menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan juga menahan diri dari ucapan dan perbuatan buruk.
Momentum bulan suci ini sebaiknya dimanfaatkan untuk melatih pengendalian diri, memperbaiki cara berkomunikasi, serta membangun lingkungan yang lebih damai dan harmonis. Dengan begitu, puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai penuh di sisi Allah SWT.
Sumber referensi
https://mui.or.id/baca/mui/2-hadits-ini-tegaskan-keutamaan-jaga-lisan-selama-berpuasa



No Comment! Be the first one.