Tata Cara Menguburkan Jenazah: Panduan Lengkap Sesuai Syariat Islam
Setiap muslim memiliki kewajiban fardhu kifayah terhadap saudaranya yang wafat. Salah satunya adalah memastikan tata cara menguburkan jenazah dilakukan sesuai tuntunan syariat. Masih banyak yang...
Setiap muslim memiliki kewajiban fardhu kifayah terhadap saudaranya yang wafat. Salah satunya adalah memastikan tata cara menguburkan jenazah dilakukan sesuai tuntunan syariat. Masih banyak yang bingung tentang bagaimana proses penguburan yang benar, mulai dari arah kubur, cara meletakkan jenazah, hingga doa yang dibaca setelah pemakaman. Padahal, pemakaman bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan terakhir sekaligus ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Daftar Isi
- Memahami Kewajiban Menguburkan Jenazah
- Persiapan Sebelum Menguburkan Jenazah
- Tata Cara Menguburkan Jenazah di Liang Lahat
- 1. Menentukan Arah Kubur
- 2. Menggali Liang Lahat
- 3. Meletakkan Jenazah
- 4. Melepaskan Ikatan Kafan
- 5. Menutup Liang Lahat
- Adab dan Sunnah Setelah Penguburan
- 1. Berdoa untuk Jenazah
- 2. Bertafakur Sejenak
- 3. Tidak Meninggikan Kubur Berlebihan
- 4. Menyiram Kubur dengan Air
- Doa-Doa yang Dianjurkan
- Hal-Hal yang Perlu Dihindari
- Hikmah Melaksanakan Tata Cara Pemakaman
- Kesimpulan
Baca Juga : Tuntunan Mengafani Jenazah: Hak Terakhir Sebelum Dikuburkan
Artikel ini dikutip dari Yayasan Syekh Ali Jaber, sebuah lembaga terpercaya yang konsisten menyebarkan ilmu agama berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam artikel ini, kamu akan menemukan panduan lengkap tata cara menguburkan jenazah sesuai syariat Islam. Pembahasan mencakup persiapan sebelum pemakaman, langkah-langkah praktis menguburkan jenazah di liang lahat, adab dan sunnah setelah penguburan, serta doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca. Semua disajikan secara rinci agar kamu bisa melaksanakan kewajiban ini dengan benar dan penuh penghormatan kepada saudara seiman yang telah wafat.
Memahami Kewajiban Menguburkan Jenazah
Menguburkan jenazah adalah bagian terakhir dari rangkaian pengurusan jenazah yang hukumnya fardhu kifayah. Artinya, jika sudah ada sebagian muslim yang melakukannya, gugurlah kewajiban muslim lainnya. Namun jika tidak ada satupun yang melaksanakannya, seluruh muslim di daerah tersebut berdosa.
Pemakaman bukan sekadar ritual biasa. Ini adalah bentuk penghormatan terakhir kepada saudara seiman yang telah wafat. Rasulullah SAW menekankan pentingnya memperlakukan jenazah dengan lembut, segera memakamkannya, serta menjaga martabatnya.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Segerakanlah mengurus jenazah. Jika ia orang shalih maka itu kebaikan yang kalian hantarkan kepadanya. Jika bukan demikian, maka itu keburukan yang kalian lepaskan dari pundak kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda pengurusan jenazah. Semakin cepat dikuburkan, semakin baik bagi jenazah maupun keluarga yang ditinggalkan.
Persiapan Sebelum Menguburkan Jenazah
Sebelum melaksanakan tata cara pemakaman, ada beberapa tahap penting yang harus kamu selesaikan terlebih dahulu:
- Memandikan jenazah dengan penuh kehati-hatian dan menjaga auratnya
- Mengkafani jenazah dengan kain putih bersih sesuai ketentuan (3 lapis untuk laki-laki, 5 lapis untuk perempuan)
- Menshalatkan jenazah bersama kaum muslimin secara berjamaah
Ketiga tahap ini harus selesai terlebih dahulu karena penguburan merupakan rangkaian terakhir. Pastikan semua proses dilakukan dengan tertib dan sesuai sunnah.
Tata Cara Menguburkan Jenazah di Liang Lahat
Berikut langkah-langkah praktis menguburkan jenazah yang perlu kamu ikuti:
1. Menentukan Arah Kubur
Kubur sebaiknya dibuat menghadap kiblat. Ini adalah sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
“Arahkanlah jenazah kalian ke arah kiblat.” (HR. Baihaqi)
Pastikan liang kubur digali dengan orientasi sehingga jenazah bisa ditempatkan miring menghadap Ka’bah.
2. Menggali Liang Lahat
Dalam fiqih, ada dua jenis lubang kubur yang dikenal:
Liang Lahat – lubang yang dibuat di sisi dasar kubur (membentuk ceruk). Ini adalah yang paling dianjurkan bila tanahnya memungkinkan.
Syaqq – lubang memanjang di tengah dasar kubur seperti parit. Ini bisa digunakan jika tanahnya berpasir atau mudah longsor.
Kedalaman kubur idealnya setinggi orang dewasa atau lebih, agar jenazah terjaga dari gangguan binatang.
3. Meletakkan Jenazah
Saat menurunkan jenazah ke liang lahat, lakukan dengan lembut dan penuh hormat. Jenazah diletakkan miring ke sisi kanan, dengan wajah menghadap kiblat.
Saat meletakkan, dianjurkan membaca doa:
بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ
Bismillahi wa ‘ala millati Rasulillah
Artinya: “Dengan nama Allah dan di atas agama Rasulullah.” (HR. Tirmidzi)
Jika memungkinkan, disunnahkan meletakkan gumpalan tanah di bawah pipi atau kepala jenazah sebagai bantal.
4. Melepaskan Ikatan Kafan
Setelah jenazah berada di liang lahat, lepaskan ikatan tali kain kafan yang sebelumnya diikat. Ini dilakukan agar jenazah tidak merasa terikat saat didatangi malaikat.
Lakukan dengan lembut tanpa membuka kain kafan.
5. Menutup Liang Lahat
Setelah jenazah dimasukkan, liang lahat ditutup dengan papan kayu atau batu yang disusun rapi. Tujuannya agar tanah tidak langsung menimpa jenazah.
Kemudian timbun dengan tanah secara bertahap. Disunnahkan orang yang hadir turut menaburkan tanah tiga kali dengan tangan sambil membaca ayat:
مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى
Minha khalaqnakum, wa fiha nu’idukum, wa minha nukhrijukum taratan ukhra
Artinya: “Dari tanah Kami menciptakan kamu, kepadanya Kami akan mengembalikan kamu, dan darinya Kami keluarkan kamu pada kali yang lain.” (QS. Thaha: 55)
Setelah itu, timbun terus hingga tanah merata dan membentuk gundukan.
Adab dan Sunnah Setelah Penguburan
Setelah jenazah selesai dikuburkan, ada beberapa adab yang dianjurkan:
1. Berdoa untuk Jenazah
Berdiri sejenak di sisi kubur dan berdoalah memohon ampunan untuk jenazah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mohonkanlah keteguhan baginya, karena ia sekarang sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud)
Doa yang dianjurkan setelah pemakaman:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya.”
2. Bertafakur Sejenak
Dianjurkan untuk bertafakur sejenak di kubur agar keluarga mendapat ketenangan. Ini juga menjadi pengingat bagi yang masih hidup akan kematian.
3. Tidak Meninggikan Kubur Berlebihan
Bentuk kuburan cukup ditinggikan satu jengkal dari tanah sebagai tanda. Tidak boleh dibangun dengan bangunan megah, diberi semen berlebihan, atau dihias. Ini sesuai ajaran Rasulullah yang melarang kubur ditinggikan secara berlebihan.
4. Menyiram Kubur dengan Air
Disunnahkan menyiram kubur dengan air, terutama jika tanahnya berpasir, agar lebih kokoh. Ini dilakukan setelah proses penimbunan selesai.
Doa-Doa yang Dianjurkan
Berikut kumpulan doa yang bisa kamu baca saat proses penguburan:
Doa saat menurunkan jenazah:
بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ
Bismillahi wa ‘ala millati Rasulillah
Doa setelah penguburan (untuk jenazah laki-laki):
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu
Doa setelah penguburan (untuk jenazah perempuan):
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا
Allahummaghfir laha warhamha wa ‘aafiha wa’fu ‘anha
Doa untuk keteguhan jenazah:
اللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ
Allahumma tsabbithu bil qaulits tsabit
Artinya: “Ya Allah, teguhkanlah dia dengan ucapan yang teguh.”
Hal-Hal yang Perlu Dihindari
Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat pemakaman:
- Meratapi jenazah dengan suara keras – menangis wajar, tapi meratap dilarang
- Duduk di atas kubur – Rasulullah melarang duduk di atas kubur
- Menginjak kuburan – berjalan di atas kubur tidak diperbolehkan
- Membangun bangunan di atas kubur – termasuk membuat kubah atau masjid di atasnya
- Menabur bunga dengan keyakinan tertentu – tidak ada tuntunannya dalam Islam
Hikmah Melaksanakan Tata Cara Pemakaman
Mengikuti tata cara menguburkan jenazah sesuai sunnah memberi banyak hikmah:
- Menjaga kehormatan muslim hingga akhir hayatnya
- Mengingatkan kita tentang kematian yang pasti datang
- Menjadi ladang pahala bagi yang mengurus jenazah
- Menguatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama muslim
- Meneladani Rasulullah dalam memperlakukan jenazah dengan kasih sayang
Rasulullah mengajarkan umatnya agar memperlakukan jenazah dengan kasih sayang, sebab suatu hari setiap manusia akan mengalami hal yang sama. Dengan memahami dan melaksanakan tata cara yang benar, kita telah menunaikan hak terakhir saudara seiman.
Kesimpulan
Menguburkan jenazah adalah rangkaian terakhir dalam pengurusan jenazah yang hukumnya fardhu kifayah. Tata caranya meliputi: menentukan arah kubur menghadap kiblat, menggali liang lahat, meletakkan jenazah miring ke kanan sambil membaca doa, menutup liang lahat, dan menimbun dengan tanah. Setelah penguburan, dianjurkan berdoa memohon ampunan dan keteguhan untuk jenazah.
Dengan memahami panduan ini, semoga kamu dapat melaksanakan penguburan jenazah dengan benar dan penuh penghormatan. Jangan lupa untuk selalu mendoakan saudara seiman yang telah mendahului kita. Wallahu a’lam bish shawab.
Referensi : https://yayasansyekhalijaber.com/tata-cara-menguburkan-jenazah-menurut-syariat-islam-yang-benar/



No Comment! Be the first one.