Tuntunan Mengafani Jenazah: Hak Terakhir Sebelum Dikuburkan
Mengafani tubuh saudara seiman dengan kain putih mungkin terlihat sederhana. Tapi di momen duka, banyak yang justru bingung. “Berapa lapis kain untuk laki-laki?” “Bagaimana cara...
Mengafani tubuh saudara seiman dengan kain putih mungkin terlihat sederhana. Tapi di momen duka, banyak yang justru bingung. “Berapa lapis kain untuk laki-laki?” “Bagaimana cara mengafani perempuan?” “Doa apa yang dibaca?” Padahal, mengafani adalah hak terakhir yang wajib kita tunaikan sebelum jenazah dikuburkan.
Daftar Isi
- Memahami Hukum Mengafani Jenazah
- Jumlah Lapis Kain Kafan
- Kain Kafan untuk Jenazah Laki-laki
- Kain Kafan untuk Jenazah Perempuan
- Jenis Kain Kafan yang Dianjurkan
- Perlengkapan yang Harus Disiapkan
- Tata Cara Mengafani Jenazah Laki-laki
- 1. Menyiapkan Tali Pengikat
- 2. Menghamparkan Kain Kafan
- 3. Menaburi Wewangian
- 4. Meletakkan Jenazah
- 5. Membungkus Jenazah
- 6. Mengikat Kain Kafan
- Tata Cara Mengafani Jenazah Perempuan
- 1. Menyiapkan Tali Pengikat dan Kain
- 2. Memakaikan Kain Sarung
- 3. Memakaikan Baju Kurung
- 4. Memakaikan Kerudung
- 5. Membungkus dengan Dua Lapis Kain
- 6. Mengikat Kain Kafan
- Doa Saat Mengafani Jenazah
- Keutamaan Mengafani Jenazah
- Kesimpulan
Rasulullah telah memberikan tuntunan lengkap mengafani jenazah—mulai dari jumlah kain, cara membungkus, hingga doa. Untuk laki-laki dan perempuan pun berbeda ketentuannya. Bukan sekadar formalitas, tapi wujud penghormatan terakhir untuk saudara seiman.
Artikel dari web Darul Asyraf ini akan memandu kamu langkah demi langkah mengafani jenazah sesuai syariat: jumlah kain, tata cara laki-laki & perempuan, serta adab lengkap—agar hak-hak jenazah terpenuhi dengan sempurna.
Pelajari sekarang. Karena cara kita mengafani, adalah cerminan bagaimana kita menghargai saudara seiman yang telah mendahului kita.
Memahami Hukum Mengafani Jenazah
Mengafani jenazah adalah bagian dari kewajiban fardhu kifayah dalam mengurus jenazah. Jika sudah ada muslim yang melakukannya, gugurlah kewajiban muslim lainnya. Namun jika tidak ada satupun yang melaksanakannya, seluruh muslim di daerah tersebut berdosa.
Mengafani jenazah bukan sekadar membungkus tubuh. Ini adalah bentuk penghormatan terakhir kepada saudara seiman. Kain kafan menjadi pakaian terakhir yang akan menemani jenazah di liang lahat hingga hari kebangkitan.
Kain kafan yang digunakan harus memenuhi ketentuan syariat. Warnanya putih, bersih, dan menutupi seluruh tubuh. Jumlah lapisnya pun berbeda antara jenazah laki-laki dan perempuan.
Jumlah Lapis Kain Kafan
Jumlah kain kafan berbeda antara laki-laki dan perempuan sesuai sunnah Rasulullah SAW:
Kain Kafan untuk Jenazah Laki-laki
Jenazah laki-laki disunahkan menggunakan tiga lapis kain kafan. Ketiga lapis ini berupa kain kafan yang membungkus seluruh tubuh. Tidak ada baju, serban, atau pakaian lain yang dikenakan.
Rasulullah SAW sendiri dikafani dengan tiga lapis kain putih tanpa baju dan tanpa serban. Ini menunjukkan kesederhanaan sekaligus kemuliaan.
Kain Kafan untuk Jenazah Perempuan
Jenazah perempuan disunahkan menggunakan lima lapis kain kafan, terdiri dari:
- Kain sarung – untuk menutupi bagian bawah tubuh
- Baju kurung – untuk menutupi bagian atas tubuh
- Kerudung – untuk menutupi kepala dan rambut
- Dua lapis kain pembungkus – untuk membungkus seluruh tubuh
Dengan lima lapis ini, seluruh aurat perempuan tertutup dengan sempurna. Ini bentuk penghormatan kepada jenazah perempuan.
Jenis Kain Kafan yang Dianjurkan
Kain kafan yang digunakan harus memenuhi kriteria berikut:
- Putih – Rasulullah menganjurkan kain putih
- Bersih dan suci – tidak terkena najis
- Menutupi seluruh tubuh – cukup panjang dan lebar
- Sederhana – tidak perlu mahal atau mewah
- Bahan yang baik – tidak tipis sehingga tidak menerawang
Rasulullah SAW bersabda: “Pakailah pakaian putih karena itu lebih suci dan lebih baik, dan kafanilah jenazah kalian dengan kain putih.” (HR. Tirmidzi)
Perlengkapan yang Harus Disiapkan
Sebelum mengafani, siapkan perlengkapan berikut:
- Kain kafan sesuai jumlah lapis (3 untuk laki-laki, 5 untuk perempuan)
- Tali pengikat (biasanya 3-5 potong tali)
- Kapur barus atau wewangian
- Gunting (jika perlu memotong kain)
- Tempat yang bersih dan lapang
Tata Cara Mengafani Jenazah Laki-laki
Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengafani jenazah laki-laki:
1. Menyiapkan Tali Pengikat
Hamparkan tali-tali pengikat terlebih dahulu. Biasanya menggunakan 3-5 potong tali yang diletakkan melintang. Tali ini akan digunakan untuk mengikat kain kafan di bagian kepala, tengah, dan kaki.
2. Menghamparkan Kain Kafan
Letakkan kain kafan secara berlapis di atas tali pengikat. Untuk laki-laki, hamparkan tiga lapis kain kafan secara berurutan. Pastikan setiap lapis cukup lebar untuk membungkus jenazah.
3. Menaburi Wewangian
Taburi sedikit kapur barus atau wewangian di antara lapisan kain. Ini untuk memberi aroma wangi pada jenazah dan membantu mengawetkan sementara.
4. Meletakkan Jenazah
Letakkan jenazah di atas kain kafan yang sudah disiapkan. Posisikan jenazah dengan lembut dan penuh hormat.
5. Membungkus Jenazah
Mulai dari lapisan kain paling atas. Selimuti jenazah dari sisi kanan ke kiri, lalu sisi kiri ke kanan. Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga.
Pastikan seluruh tubuh tertutup rapat, termasuk kepala hingga ujung kaki.
6. Mengikat Kain Kafan
Ikat ujung kepala, bagian tengah, dan ujung kaki dengan tali yang sudah disiapkan. Ikatan jangan terlalu kencang agar tidak merusak kain atau menyakiti jenazah. Ikatan ini akan dilepaskan saat jenazah sudah di liang lahat.
Tata Cara Mengafani Jenazah Perempuan
Untuk jenazah perempuan, langkahnya sedikit berbeda karena ada tambahan kain sarung, baju kurung, dan kerudung. Ikuti langkah berikut:
1. Menyiapkan Tali Pengikat dan Kain
Sama seperti laki-laki, hamparkan tali pengikat terlebih dahulu. Lalu letakkan dua lapis kain pembungkus utama di atas tali.
2. Memakaikan Kain Sarung
Sebelum meletakkan jenazah, siapkan kain sarung. Setelah jenazah diletakkan, pakaikan kain sarung untuk menutupi bagian bawah tubuh.
3. Memakaikan Baju Kurung
Pakaikan baju kurung untuk menutupi bagian atas tubuh. Baju kurung untuk jenazah biasanya berbeda dengan baju biasa, yaitu terbuka di bagian belakang agar mudah dipakaikan.
4. Memakaikan Kerudung
Pakaikan kerudung untuk menutupi kepala dan rambut. Kerudung ini juga berfungsi sebagai penutup aurat bagian atas.
5. Membungkus dengan Dua Lapis Kain
Setelah semua pakaian terpasang, bungkus jenazah dengan dua lapis kain kafan utama. Mulai dari lapisan pertama, selimuti jenazah dari sisi kanan ke kiri, lalu kiri ke kanan. Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua.
6. Mengikat Kain Kafan
Ikat ujung kepala, bagian tengah, dan ujung kaki dengan tali. Sama seperti laki-laki, ikatan jangan terlalu kencang.
Doa Saat Mengafani Jenazah
Saat mengafani, dianjurkan membaca doa berikut:
“Bismillahi wa ‘ala millati Rasulillah”
Artinya: “Dengan nama Allah dan di atas agama Rasulullah.”
Doa ini juga dibaca saat menurunkan jenazah ke liang lahat nantinya.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
Beberapa hal penting saat mengafani jenazah:
- Pastikan seluruh aurat tertutup sempurna
- Gunakan kain yang cukup panjang hingga melebihi ujung kepala dan kaki (kelebihan kain bisa dilipat)
- Letakkan wewangian di tempat sujud (dahi, hidung, telapak tangan, lutut, kaki) jika memungkinkan
- Jangan menggunakan kain bermotif atau berwarna selain putih
- Jangan berlebihan dalam menggunakan wewangian
- Ikat tali dengan simpul yang mudah dilepas
- Lakukan dengan lembut dan penuh hormat
Keutamaan Mengafani Jenazah
Mengafani jenazah termasuk amalan mulia yang berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang mengafani seorang muslim, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari sutera surga.” (HR. Hakim)
Hadits ini menunjukkan balasan luar biasa bagi mereka yang mengafani jenazah dengan ikhlas karena Allah.
Kesimpulan
Mengafani jenazah adalah kewajiban fardhu kifayah setelah memandikan. Jenazah laki-laki dikafani dengan tiga lapis kain putih, sedangkan jenazah perempuan dengan lima lapis (sarung, baju kurung, kerudung, dan dua lapis pembungkus). Prosesnya dimulai dari menyiapkan tali, menghamparkan kain, meletakkan jenazah, hingga membungkus dan mengikat.
Dengan memahami panduan ini, semoga kamu siap melaksanakan kewajiban ini ketika ada saudara seiman yang wafat. Lakukan dengan lembut dan penuh hormat sebagai penghormatan terakhir. Wallahu a’lam bish shawab.
Referensi : https://darulasyraf.or.id/panduan-lengkap-mengurus-jenazah-sesuai-syariat-islam-dari-memandikan-hingga-menguburkan-dengan-adab



No Comment! Be the first one.